Rabu, 19 September 2018




“ANALISIS MEME BERDASARKAN KONTEKS, TINDAK TUTUR ILOKUSI 
(BAGIAN DIREKTIF), PELANGGARAN PRINSIP KERJASAMA, 
DAN PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN”
Eva Fiddiana 

PEMBAHASAN


1.      Meme

2.      Analisis
a.       Konteks
Meme di atas menjelaskan tentang kekesalan seorang mahasiswa tingkat akhir ketika diberi pertanyaan oleh orang tua yang mungkin adalah bapaknya. Ketika seorang mahasiswa tersebut diberi pertanyaan “Selama empat tahun kuliah sastra, kamu sudah bikin apa saja, Nak?”, ia menjawab “Ya saya sudah bisa bikin novel sendiri, Pak.” Kemudian sang bapak bertanya kembali “Oh ya? Judulnya apa?”. Pada akhirnya seorang mahasiswa tersebut memberi tahunya dengan mengangkat sebuah buku yang bertulis “Skripsi”. Ketika itu sang bapak merasa kesal. Rasa kesal seorang mahasiswa yang diberi pertanyaan tersebut telah terbayar ketika ia membalas pertanyaan dengan mengangkat sebuah buku yang bertulis Skripsi yang membuat orang yang bertanya kala itu merasa kesal juga.

b.      Tindak Tutur Direktif
Di dalam meme tersebut ditemukan jenis tindak tutur direktif yang verbanya adalah menagih. Contoh kalimatnya seperti ini: “Selama empat tahun kuliah sastra, kamu sudah bikin apa saja, Nak?”. Kalimat pertanyaan tersebut menyiratkan bahwa selama empat tahun kuliah di jurusan Sastra, seharusnya mahasiswa tersebut sudah bisa membuat sebuah karya sastra. Oleh sebab itu sang bapak (penanya) seperti menagihnya dengan melontarkan sebuah pertanyaan seperti yang telah dituliskan di atas. 

c.       Prinsip Kerjasama
·         Tuturan wajar pada maksim relevansi
Bapak               : “Selama empat tahun kuliah sastra, kamu sudah bikin apa  saja, Nak?
Mahasiswa (anak): “Ya saya sudah bisa bikin novel sendiri, Pak.”
Keterangan:
Penutur dan mitra tutur berbicara secara relevan berdasarkan konteks pembicaraan.
·         Pelanggaran
Bapak               : “Selama empat tahun kuliah sastra, kamu sudah bikin apa  saja, Nak?
Mahasiswa (anak): “Besok siang saya bisa datang, Pak.”
Keterangan:
Penutur dan mitra tutur berbicara tidak relevan dengan konteks pembicaraan.

d.      Prinsip Kesantunan
·         Tuturan wajar pada maksim kesimpatian
Mahasiswa (anak): “Saya sudah bisa bikin novel sendiri, Pak.”
Bapak                   : “Oh ya? Judulnya apa?” (ungkapan kesimpatian)
Keterangan:
Mitra tutur memberikan ekspresi simpati kepada penutur dengan kalimat “Oh ya? Judulnya apa?”.
·         Pelanggaran
Mahasiswa (anak): “Saya sudah bisa bikin novel sendiri, Pak.”
Bapak                   : “Ha..ha..ha.. emang gue pikirin!
Keterangan:
Mitra tutur tidak bersimpati kepada penutur dengan kalimat “Ha..ha..ha.. emang gue pikirin!”.

3.      Kesimpulan
Dari analisis meme tersebut ditemukan jenis tindak tutur direktif, prinsip kerjasama maksim relevansi, dan prinsip kesantunan maksim kesimpatian. Untuk pelanggaran dari prinsip kerjasama dan kesantunan, penulis telah memberi contoh sendiri tetapi masih mengacu pada tuturan meme di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar