“ANALISIS
MEME BERDASARKAN KONTEKS, TINDAK TUTUR ILOKUSI
(BAGIAN DIREKTIF), PELANGGARAN
PRINSIP KERJASAMA,
DAN PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN”
Eva Fiddiana
PEMBAHASAN
1.
Meme
2.
Analisis
a. Konteks
Meme di atas
menjelaskan tentang kekesalan seorang mahasiswa tingkat akhir ketika diberi
pertanyaan oleh orang tua yang mungkin adalah bapaknya. Ketika seorang
mahasiswa tersebut diberi pertanyaan “Selama
empat tahun kuliah sastra, kamu sudah bikin apa saja, Nak?”, ia menjawab “Ya saya sudah bisa bikin novel sendiri, Pak.”
Kemudian sang bapak bertanya kembali “Oh
ya? Judulnya apa?”. Pada akhirnya seorang mahasiswa tersebut memberi
tahunya dengan mengangkat sebuah buku yang bertulis “Skripsi”. Ketika itu sang
bapak merasa kesal. Rasa kesal seorang mahasiswa yang diberi pertanyaan
tersebut telah terbayar ketika ia membalas pertanyaan dengan mengangkat sebuah
buku yang bertulis Skripsi yang membuat orang yang bertanya kala itu merasa
kesal juga.
b. Tindak
Tutur Direktif
Di dalam meme tersebut
ditemukan jenis tindak tutur direktif yang verbanya adalah menagih. Contoh
kalimatnya seperti ini: “Selama empat
tahun kuliah sastra, kamu sudah bikin apa saja, Nak?”. Kalimat pertanyaan
tersebut menyiratkan bahwa selama empat tahun kuliah di jurusan Sastra,
seharusnya mahasiswa tersebut sudah bisa membuat sebuah karya sastra. Oleh
sebab itu sang bapak (penanya) seperti menagihnya dengan melontarkan sebuah
pertanyaan seperti yang telah dituliskan di atas.
c. Prinsip
Kerjasama
·
Tuturan wajar pada maksim relevansi
Bapak : “Selama empat tahun kuliah sastra, kamu sudah bikin apa saja, Nak?”
Mahasiswa (anak): “Ya saya sudah bisa bikin novel sendiri, Pak.”
Keterangan:
Penutur dan mitra tutur
berbicara secara relevan berdasarkan konteks pembicaraan.
·
Pelanggaran
Bapak : “Selama empat tahun kuliah sastra, kamu sudah bikin apa saja, Nak?”
Mahasiswa (anak): “Besok siang saya bisa datang, Pak.”
Keterangan:
Penutur dan mitra tutur
berbicara tidak relevan dengan konteks pembicaraan.
d. Prinsip
Kesantunan
·
Tuturan wajar pada maksim kesimpatian
Mahasiswa (anak): “Saya sudah bisa bikin novel sendiri, Pak.”
Bapak :
“Oh ya? Judulnya apa?” (ungkapan
kesimpatian)
Keterangan:
Mitra tutur memberikan ekspresi simpati
kepada penutur dengan kalimat “Oh ya?
Judulnya apa?”.
·
Pelanggaran
Mahasiswa (anak): “Saya sudah bisa bikin novel sendiri, Pak.”
Bapak :
“Ha..ha..ha.. emang gue pikirin!”
Keterangan:
Mitra tutur tidak bersimpati kepada
penutur dengan kalimat “Ha..ha..ha..
emang gue pikirin!”.
3.
Kesimpulan
Dari analisis meme tersebut
ditemukan jenis tindak tutur direktif, prinsip kerjasama maksim relevansi, dan
prinsip kesantunan maksim kesimpatian. Untuk pelanggaran dari prinsip kerjasama
dan kesantunan, penulis telah memberi contoh sendiri tetapi masih mengacu pada
tuturan meme di atas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar